Tuesday, July 17, 2007
Welcome and Bubbye ...
Kemarin ... satu peristiwa penting lagi terjadi di Biro Kepegawaian dan Organisasi ... datang dan pergi ...
Tepat jam 16.30 WIB, tanggal 16 Juli 2007, di Gedung Belakang Depkominfo, Lantai 8, tongkat estafet itu pun berpindah...
Selamat jalan Ibu Sumarwati Meinara, Ibu Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi yang lama, yang harus menyerahkan tongkat kepemimipinannya kepada penerusnya dikarenakan beliau sudah memasuki masa pensiun kerjanya.
Selamat datang Ibu Sri Wuryatmi, di Biro Kepegawaian dan Organisasi, meneruskan perjuangan dan kepemimpinan dari Ibu Sumarwati Meinara.
Semoga Ibu Sumarwati masih dapat terus bekerja dan berkarya walaupun sudah tidak berada di dalam ruang kerja Depkominfo lagi ... dan semoga Ibu Wuryatmi bisa berkarya dan bekerja di Biro Kepegawaian dengan kebahagiaan yang selalu mengisi ruang hati Ibu dan bisa meneruskan perjuangan Ibu Sumarwati dengan semangat yang selalu menyala... amin...
Monday, July 2, 2007
SUMPAH !!
Wuiihh… ngapain nih main sumpah-sumpahan, serem ahhh… tapi ya kali ini emang harus bersumpah (tanpa serapah). Bukan karena ngelakuin sesuatu yang salah jadi terusnya harus sumpah pocong lohh… tapi emang sumpah ini kudu, wajib dan harus dilakuin dan merupakan bagian prosedur yang harus dijalankan di PNS. Well, emangnya sumpah apaan siih???
Hmmm… hari ini dilakuin sumpah pengangkatan PNS. Jadi nih, kami yang awalnya CPNS sekarang kan sudah 100% PNS, SK nya pun sudah keluar, tapi untuk lebih menegaskan lagi mangkanya harus ada sumpah pengangkatan PNS, itu loh model-modelnya kayak sumpah jadi presiden or menteri. Nah, untuk PNS yang di pusat plus PNS di BPPI Bandung, sumpahnya dilakuin di Depkominfo Pusat (Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta), Lantai 8 Gedung Belakang Depkominfo, sedangkan yang berada di daerah-daerah, lebih spesifiknya yang di Balai Monitor (Balmon) dan Loka, sumpahnya digabungin sama PNS Postel yang berada di Postel Pusat dan acaranya dilaksanain di markas besarnya Ditjen Postel (Gedung Pariwisata, sebelahnya Indosat, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta), secara Balmon dan Loka tuh semacam UPT nya Postel gitu, dan juga hhmmm… karena Postel kayak punya rumah tangga dan kekuatan sendiri jadi mampu mendatangkan yang di daerah ke Jakarta (wadduuhh… bukan syirik loh… tapi iri…he…he… becanda.com). Khusus PNS lainnya yang di daerah tapi bukan Postel, sumpahnya ya… dilakuin di satker or unit kerjanya masing-masing (yaaa…. nasib!!), habisnya kalau ke Jakarta juga kayaknya engga efisien deh, buang-buang waktu dan uang, lagi pula acara sumpahnya sendiri cuma bentar kok, cuma sekitar sejam-an, jadinya kan kayaknya engga ada untungnya (bagi yang menanggung biaya… he…he…) untuk mendatangkan yang di daerah ke pusat (untungnya buat yang daerah bisa jalan-jalan dan kangen-kangenan sama temen-temennya yang di Jakarta…hii…hi… tapi sayangnya engga kesampaian....ihhiiiikkkk.....).
Acara pengambilan sumpah ini dilakukan sekitar jam 10 pagi. Para PNS dikelompokan berdasarkan agamanya masing-masing. Dari agama Islam, baris paling depan diwakilkan oleh Isnaldi dan Lesika (Both of them are from Rowai), dari agama Protestan diwakilkan oleh Ocha (Rowai), sedangkan dari agama Katolik diwakilkan oleh Nando (Ditjen Aptel). Rohaniawan masing-masing agama didatangkan dari Depag. Acaranya sendiri dipandu oleh Bapak Ashwin Sasongko, Sekjen Depkominfo. Lamanya acara, seperti dibilang di atas, engga begitu lama, cuma sekitar sejam-an, tapinya nih .... acaranya pada berdiri semua and pastinya bikin pegel dongg ... wuiihh... untungnya sih cuma sejam, coba kalau lebih dari sejam.... waadddoowww.... bisa-bisa tambah gempor nih kaki plus betis he...he.... Adapun format bacaan sumpahnya sudah ada or tertera di buku panduan tersendiri, jadi dimana-mana model sumpahnya sama, ngak ada bedanya. Tapi ada yang menyeramkan dari penyumpahan ini lohh... yaitu kata-kata ”Demi Allah” nya atau ”Demi Tuhan” nya... iihhh... itu kan serem banget, berarti kalau kita mengucapkannya kan itu tandanya kita sudah berjanji banget-banget sama Tuhan untuk melakukan hal-hal yang tertera dalam sumpah. Nah lho, bisa engga ya kita menepati janji itu sama Tuhan? Bisa engga ya kita menjadi PNS yang baik sesuai yang kita ucapkan dalam sumpah itu? Wallahu alam deh .... tapi mudah-mudahan, bagi yang mengucapkan sumpah itu bisa bener-bener menepati janjinya dalam sumpah PNS itu, dan bagi yang ikut sumpah tapi mulutnya engga ngomong, alias engga keluar sumpah janji dari mulutnya, mudah-mudahan juga bisa jadi PNS yang baik, walaupun secara bathin tentunya lebih tenang karena engga pernah berjanji yang demikian sama Tuhan, soalnya kan penyumpahan itu kayak seremonial aja (hee...he... waduuh.... bisa kena SP nih!). But, yang utama sih, dan paling penting, bukan soal keluar sumpah dari mulut kita, tapi kita berusaha saja menjadi PNS... pegawai yang baik dan giat bekerja.... gimana pun kondisinya .... dan juga kita berusaha memberikan sesuatu yang baik buat pekerjaan dan sekeliling kita. So, dengan berusaha dan punya prinsip seperti itu, ada sumpah atau tidak ada sumpah, kita sudah berusaha menjadi manusia pekerja yang baik dan Insya Allah akan dirihoi Allah SWT dan dijauhkan dari murkaNya, amin.
Tuesday, June 26, 2007
Cinta - Dimas

C I N T A
by Melly Goeslow
Sung by : Dimas 'Idol' Mochammad
At Indonesian Idol, June 15, 2007
Menapak jalan yang menjauh
Tentukan arah yang ku mau
Tempatkan aku pada satu peristiwa
Yang membuat hati lara
Di dekat engkau aku tenang
Sendu matamu penuh tanya
Misteri hidup akankah menghilang
Dan bahagia diakhir cerita
reff:
Cinta tegarkan hatiku
Tak mau sesuatu merenggut engkau
Naluriku berkata
Tak ingin terulang lagi
Kehilangan cinta hati
Bagai raga tak bernyawa
Aku junjung petuahmu
Cintai dia yang mencintaiku
Hati yang dulu berlayar
Kini telah menepi
Bukankah hidup kita akhirnya harus bahagia
Cinta biar saja ada
Yang terjadi biar saja terjadi
Bagaimanapun hidup
Memang hanya cerita
Cerita tentang meninggalkan
Dan yang ditinggalkan
Cinta.....
Enjoy him :
http://www.youtube.com/watch?v=TGVpqxDsHn0
http://www.youtube.com/watch?v=T2pjiWVIRu4
Monday, June 25, 2007
Dimas, Ihsan dan Mamamia
”Sarah, sampai ketemu minggu depan!”, teriak Daniel Mananta pada acara Indonesian Idol, Jumat, 22 Juni 2007, ketika mengumumkan kontestan mana yang tersisih pada malam spektakuler tersebut. That's mean that Dimas tersisih, karena pada saat itu kontestan yang berada dalam keadaan posisi tidak aman adalah Sarah dan Dimas.Deegghh... jantung saya langsung berdetak kencang dan tubuh saya lemas seketika... seddiih... ihikk...ihikkk... akhirnya Dimas tersisih juga setelah 4 kali berada di bottom three selalu lolos, namun di bottom three or tepatnya bottom two nya yang ke-5 ini, Dimas harus pulang juga.
Tidak akan ada lagi Dimas di next pertarungan Indonesian Idol pada Jumat depan dan minggu-minggu berikutnya. Tidak akan ada lagi rocker lincah, dengan lambaian tangan dan geol pinggangnya yang menjadi ciri khasnya, tidak akan ada lagi penyanyi dengan suara serak-serak yang bisa menyanyikan hampir semua jenis musik - baik
yang bertempo lambat maupun cepat - dengan performance yang bagus, tidak akan ada lagi anak santun dan sopan yang menjadi pilihan Andi /Rif, Krisdayanti bahkan David Naif, tidak akan ada lagi kontestan yang datang dari wild card, dengan semangat, keseriusan dan kepintarannya, berlatih dengan keras, sehingga yang tadinya sering tidak dianggap oleh Anang Hermansyah akhirnya menjadi kesayangannya Anang dan tidak akan ada lagi seorang underdog, yang tadinya dianggap remeh orang, sering mendapatkan cacian hanya karena dia seorang wild card, dan sepi penggemar, namun akhirnya diakhir-akhir menjelang dia tersisih, dia mendapatkan begitu banyak pengakuan akan kemampuannya bernyanyi dari banyak orang dan mendapatkan gelombang penggemar yang tidak hanya mengagumi kemampuannya bernyanyi namun juga karena aura dirinya yang bersih dan teduh.Sedih rasanya harus kehilangan Dimas dari panggung spektakuler. Saya rasa semua keluarga dan penggemar Dimas, sudah berusaha keras membantu untuk meloloskan Dimas ke-5 besar, namun apa daya, bank voting Dimas kalah bersaing dengan bank voting kontestan lain yang memang jauh lebih kuat. Tapi semua harus diterima dengan sabar dan ikhlas, karena semua itu berpulang kepada kehendakNya. Allah lah yang memberi dan menolak. Jika sesuatu itu Allah kehendaki, maka hal itu pun akan terealisasi, namun bila tidak dikehendakiNya, maka tidak akan terjadi. Apa pun yang ditetapkan Allah adalah yang terbaik buat Dimas, ada rahasia Allah di sana. Semoga Dimas selalu bersyukur atas apa pun yang diberikan oleh Allah buat dirinya, dan terus berusaha untuk kemajuan dirinya, karena perjalanannya masih begitu panjang. Semoga di perjalanan berikutnya, dia akan menggapai lebih banyak lagi kesuksesan. Apa pun dan bagaimana pun, Dimas sudah memberikan yang terbaik di Indonesian Idol, dan kami semua bangga pada dirinya.
Duhh... kenapa kali ini saya menulis soal Dimas Idol di blog Rowai yaa...??? Berasa ini jadi blog pribadi deh. Hmmm... saya menulis tentang Dimas, karena video clip nya Dimas di Youtobe, waktu menyanyi di acara Indonesian Idol, menjadi santapan sehari-hari saya waktu jam istirahat. Selain Dimas, saya juga enjoy menikmati video clip nya juara Indonesian Idol tahun 2006 lalu
, Ihsan, sekalian bernostalgia mengenang perjalanan Ihsan menuju tangga juara. Sayang, Dimas tidak bisa mengikuti jejak Ihsan menjadi juara. Kalau sudah nonton Dimas atau Ihsan, pasti Isnaldi dan Lesika ketawa-tawa... menertawakan saya yang masih aja kayak anak ABG, nonton yang begituan.... apalagi saya masih suka juga mengintip web nya Mamamia Indosiar dan setiap web nya terbuka... langsung deh bergema lagunya Mamamia di ruangan kerja kami.... tapi lagu Mamamia tersebut ternyata cukup membuat Isnaldi turut bernyanyi juga kok... nah lho... benci tapi rindu ya, Is?? Ya, mau apa dikata, daripada seperti Isnaldi.... jam istirahat kerjaannya.... ”Attack...attack...” itu tuh suara yang keluar dari game perang-perangan. Kalau saya masih ABG, berarti Isnaldi balita dong... soalnya masih suka main perang-perangan. Kalo Lesika? Wah, ntah deh gimana.... kadang main game congklak-congklakkan atau bahkan suka main ”Sunsilk... sunsilk an” yang musiknya berasa country melulu. Itu ibu satu anak, masak masih main mainannya anak gadis SD sih...hi...hii... tapi ya sutra lah... yang penting, waktu jam istirahat ngak bete karena masing-masing punya kesibukan dan mainannya sendiri-sendiri.Tapi.... kok... mendadak saya balik lagi keingetan sama Dimas yang gagal di Indonesian Idol sih....??? Jadi sedihh... rasanya pingin nangis... maklum lah emak-emak... berasa banget kalo ”anak” nya ngak ”lulus ujian” tertentu... nah lhoo... bingung kaan...??? tapi apa mau dikata... guncah di hati ngak bisa merubah takdir yang sudah terjadi... do’a saya semoga Dimas sukses selalu.... amiinn... Saya tunggu albummu ya, Dim!!
Gaji ke-13
Huaaa... today... just a few words aja deh ....
Horee.... dapat gaji ke-13 ...bluupp...bblluupp... blluuuppp..... @#@#%&*%^
(* di otak mulai bergelimpangan deh berbagai aneka ragam rencana belanja...pfffuiiihhh.... *)
Tuesday, June 19, 2007
Selamat Ulang Tahun Ibu Biro.....
"Panjang umurnya... panjang umurnya... panjang umurnya serta mulia... serta mulia... serta mu...liaaa..."
Lagu "Panjang Umurnya" yaitu lagu khas seseorang yang sedang berulang tahun, bergema di ruangan kerjanya bu Ning, pada hari Senin, 18 Juni 2007, jam 12 siang, waktu istirahat. Kami semua sedang menyanyikannya buat Ibu Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi, Ibu Sumarwati Meinara. Hari itu kami semua, pegawai di lingkungan Rowai, memberikan surprised buat Ibu yang tanggal 16 Juni 2007 merayakan ulang tahunnya yang ke-60, karena selain bulan Juni ini Ibu merayakan hari ulang tahunnya, Ibu juga akan segera pensiun pada akhir bulan Juni ini. Inilah kenang-kenangan terakhir yang kami berikan buat Ibu.
Ibu tidak menyangka bahwa kami akan menyiapkan kue ulang tahun yang diatasnya dihiasi dengan lilin berangka 60 untuk Ibu tiup, dan karenanya sepanjang acara, Ibu banyak meneteskan air mata. Tidak banyak dan tidak lama yang kami lakukan pada acara tersebut. Cukup sekedar sedikit kata-kata pengantar dari Pak Dharmawan, do’a penyejuk dari Pak Haji Mas’ud dan lingkaran salaman sambil mengucapkan selamat kepada Ibu. Namun makna acara tersebut sangat dalam dan berkesan. Acara diakhiri dengan makan hoka-hoka bento bersama...horeee...
Ibu Biro, selamat ulang tahun ya, semoga selalu sehat, sukses dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Walau nanti Ibu pensiun, semoga Ibu bisa tetap selalu berkarya dan mengisi hari-hari Ibu dengan hal-hal yang membahagiakan, baik buat Ibu maupun orang lain. Do’a kami selalu menyertai Ibu dan berharap semoga Ibu tidak akan melupakan kami yang masih berada di Rowai sini.
(* sayang.... te aya photo pas acarana... berhubung sang tukang photo.... bapak Isnaldi lagi sibuk ngurusin serba-serbi pengangkatan pejabat...hi..hi... maklum... Isnaldi kan calon pengganti Ibu.... bercanda.com *)
Tuesday, May 29, 2007
Beasiswa
Outttt.... ampun deh ahh.... badan saya sakit nih dipeluk erat-erat sama Lesika... (dduuhh... berasa kayak orang pacaran ajah ... he..he... ) sambil Lesika menjerit-jerit histeris ... ”yeeeesss.... kita lulusss.... kita lulussss......!!” Duillee Les... histeris pisan, emangnya lulus apaan sih? Perasaan udah lulus jadi Pegawai Negeri deh... besides... kita kan bukan sedang menunggu hasil Ujian Akhir Nasional (UAN) yang kontroversi itu kan??
Ya deehh.... ngakuu... ngak hanya Lesika aja yang seneng kok, saya juga seneng... Isnaldi juga senengnya luuaaarrrr biazzzaaa .... ternyata and ternyata... kita bisa juga masuk UI (dduuhh... biasa aja deh!). Kita nih bukan ikut SPMB lagi loh... soalnya kan umur kita udah emak-emak and bapak-bapak...he..he.. tapi kita sedang ikutan beasiswa. Woooww... beasiswa? Gratis dong!! Ya iya laahh.... gratis nih, dibayarin sama kantor tercinta, Depkominfo, padahal status kita pada saat itu masih CPNS loh.... tapi udah dapat jatah beasiswa (hi.. hi... sambong.dikit.com). Ya itulah salah satu kebaikan or kelebihan hasil pimpinan mantan menteri Depkominfo, yaitu Bapak Sofyan Djalil, untuk melakukan kaderisasi besar-besaran di lingkungan Depkominfo, dengan membuat pegawainya menjadi doyan sekolah lagi and also bisa tambah pinter-pinter !! Sayang, Pak Sofyan Djalil tidak bisa melihat lagi kelanjutan gebrakan ide beasiswanya karena beliau harus mutasi menjadi menteri BUMN. Pak Sofyan digantikan oleh Pak M. Nuh, mantan rektor ITS, expert di bidang IT. Semoga Pak Nuh bisa melakukan tugasnya di Depkominfo sama baiknya atau bahkan jauh lebih baik lagi dari Pak Sofyan Djalil. Amin.
Oke, balik lagi ke laptop beasiswa!! Jadi beasiswa ini dimulai sekitar awal Maret 2007, di mana pegawai yang memenuhi syarat tertentu bisa memasukan aplikasi untuk ikut beasiswa, sekalian mencantumkan program beasiswa apa yang akan diikuti (S1, S2 atau S3) dan pilihan jurusannya. Setelah diseleksi oleh bagian yang menyelenggarakan beasiswa dan dinyatakan lulus seleksi, maka masing-masing pegawai bisa langsung mencari tahu mengenai universitas dan jurusan yang dipilihnya, seperti kapan pendaftaran, kapan ujian saringan, dan lain sebagainya. Jika memang harus melalui ujian saringan, maka ujian harus dilalui terlebih dahulu dan jika dinyatakan lulus oleh universitas yang bersangkutan, maka baru melapor ke bagian penyelenggara beasiswa untuk proses kelangsungan beasiswa selanjutnya (proses cair mencairkan dana gitu ganti).
Nah... berkaitan dengan beasiswa inilah, saya, Lesika dan Isnaldi seperti kembar siam tiga, aneh bin ajaib karena mengalami kejadian yang sama dalam menempuh beasiswa. Lho kok cuma bertiga sih, emangnya Ocha kemana? Kali ini Ocha tidak mengalami peristiwa yang sama dengan kita karena Ocha tidak mengambil program beasiswa disebabkan dia punya alasan dan pemikiran sendiri. Sayang memang, dan banyak yang menyayangkan, tapi keputusan ada di tangan Ocha sendiri dan Ocha pasti lebih tahu lah apa yang terbaik buat dirinya. Well, saya, Lesika dan Isnaldi, background nya sama, sama-sama lulusan dari jurusan kuliah S1 yang berbau-bau komputer. Saya dari Ilmu Komputer, Lesika dari Sistem Informasi dan Isnaldi dari Teknik Informatika, so kami pun mengambil jurusan S2 nya yang ngak akan melenceng dari basic jurusan S1 kami. Sebenarnya ada juga jurusan di luar IT yang menarik perhatian kami, namun demi masa depan.... ceillee... maksudnya berhubungan dengan angka kredit di PNS apabila kami mengambil jabatan fungsional suatu saat nanti, maka mau tidak mau jurusan S2 yang kami ambil basicnya harus sama dengan jurusan S1 kami, agar penilaian angka kredit lebih mudah dan lebih besar nilainya. Karenanya kami akhirnya memilih jurusan Teknologi Informasi UI. Kenapa UI semua? Because kami agak berat jika mengambil kuliah di luar Jakarta karena capekk..., also karena kami juga diharapkan oleh pejabat di unit kerja kami agar kami masih bisa lah mampir ke kantor, bahkan kalau ada waktu bisa juga kerja, walaupun kami kuliah nanti. Terus, kenapa jurusannya semuanya sama ya? Begini, di UI, di Fakultas Ilmu Komputernya, jurusan Pasca Sarjananya ada 2, yaitu Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi. Kami semua akhirnya memang memilih jurusan Teknologi Informasi, tentu dengan alasannya masing-masing. Untuk Isnaldi, alasan dia memilih Teknologi Informasi karena dia malas memilih Ilmu Komputer UI yang kelihatannya lebih banyak teori dan berhitungnya (dduuhh... Is, dimana-mana juga ada hitungan deh!) disamping itu karena dia lebih suka hal-hal yang lebih berbau-bau hardware. Kalau alasan saya apa ya? Hmm... sebenarnya saya lebih prefer ke Ilmu Komputer, seneng aja gitu sama pelajarannya yang kelihatannya menarik banget, cuma yaa... saya sadar dirilah! Saya sadar kapasitas memori otak saya yang sudah ngak gitu bagus seperti masa muda S1 dulu ... ceillee ... sehingga saya berpaling dari Ilmu Komputer yang memang pelajarannya kelihatan lebih berat dari Teknologi Informasi. Bukan pesimis sih, cuma nyari yang praktis dan bisa dikuasai aja (masalahnya ini beasiswa euuii... mesti wajib kudu selesai dalam 4 semester, titik! Kalo lebih dari 4 semester bayar sendiri.... waaahhh... ngak sanggup deh ah!) besides, Ilmu Komputer UI adanya di Depok, jauh dari rumah saya... he...he.. (cari yang nyamanan dikit dong!), sedangkan Teknologi Informasi kan di Salemba, deket banget sama rumah saya, tinggal naik bajaj bentar, nyampe deehh.... Dan yang utamanya, karena pelajaran-pelajaran di jurusan Teknologi Informasi sesuai atau sudah saya jalani dalam kehidupan kerja saya sehari-hari, dari mulai saya pertama kali kerja selepas lulus kuliah S1 dulu, sampai saya menjadi PNS sekarang, so Insya Allah mungkin ngak akan begitu sulit bagi saya untuk beradaptasi dengan pelajarannya sekaligus pelajarannya yang lebih banyak langsung pada terapan bisa lebih mempermudah, memperlancar bahkan memperkaya pekerjaan saya. Kalau Lesika alasannya apa ya?? Awalnya dia tidak ingin ikut beasiswa dengan pertimbangan karena anaknya masih kecil, tapi karena bujukan dan rayuan dari Kabag Mutasi, Pak Sofyan Tanjung, agar Lesika mau mengambil beasiswa, akhirnya Lesika luluh juga deeh... so dia mau juga deh ikutan beasiswa. Masalah alasan jurusan yang dia pilih kayaknya yaa... ikut aja deh sama jurusan yang saya pilih... he...he.... engga deng, mungkin alasannya ngak beda jauh lah dari alasan saya mengapa memilih Teknologi Informasi. So, akhirnya, kita bertigaan nih milih universitas dan jurusan yang sama deh.
Kami memilih pendaftaran di UI pada Gelombang I yang sudah dibuka pada pertengahan Maret 2007. Saya dan Lesika daftarnya barengan, so nomor ujian kami tetanggaan, sedangkan Isnaldi daftar sendiri, namun lucunya nomor ujiannya Isnaldi merupakan kombinasi dari nomor ujian saya dan Lesika. Waktu mengembalikan berkas pendaftaran, saya, Lesika dan Isnaldi barengan ke UI Salemba, karenanya kami dapat nomor bangku ujian berurutan. Ujian dilakukan dalam 2 hari. Hari pertama adalah ujian TPA dan Bahasa Inggris, sedangkan hari kedua adalah ujian dengan bahan ujian sesuai dengan pelajaran yang akan kami pelajari nanti, gunanya untuk mengetahui apakah kami akan mengikuti kelas persiapan (matrikulasi) atau tidak, sebelum kami mengikuti kuliah sebenarnya. Ujiannya sendiri dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu, 24-25 Maret 2007, bertempat di Balairung UI Depok. Lucunya nih, karena kami dapat nomor ujian yang berurutan, kami berada dalam blok ruangan ujian yang sama, dan bangku ujian kami berdampingan satu baris, dan berada pada baris paling akhir dari ruangan Balairung lantai bawah. Banyak suka duka bersama yang kami lalui dalam mengikuti ujian tersebut, termasuk sakit badan, terutama leher dan punggung, akibat selalu menunduk waktu mengikuti ujian (karena ngak ada meja jadinya cuma bangku doang) yang pada hari pertama berlangsung dari jam 9 pagi sampai jam 14.30 dan hari kedua dari jam 9 pagi sampai jam 12.30. Dan yang paling lucu and rada nyakitin also memalukan juga sih nih... jreng...jreng... waktu hasil pengumuman lulus atau tidaknya kami masuk UI pada tanggal 21 April 2007, kami ternyata sama-sama tidak lulus test Bahasa Inggris...ha..haa... Bahasa Inggrisnya pada jeblok-jeblok sih... (maluuuu.... eeuuuiii...) karenanya kami mesti ikutan ujian ulang Bahasa Inggris deh. Ujian ulangan itu dilakukan pada hari Sabtu, tanggal 12 Mei 2007. Kali ini bertempat di Fakultas Keperawatan UI Depok. Soal-soal ujiannya ternyata masih sama susahnya seperti soal-soal pada ujian sebelumnya, jadinya pada pasrah semua deh, pada senewen pisan... bisa lulus ngak ya??? duhhh... mau sekolah... udah gitu bayar and beasiswa pula.... kok... susah banget ya??? Hmmm... yaa... ambil hikmahnya aja deh, emang kayaknya mesti private and buka buku Bahasa Inggris lagi deehhh... gimana mau sekolah ke luar negeri ya kalau mau sekolah di dalam negeri aja, test Bahasa Inggrisnya, pada tewas dengan sukses semua...he...he...
Namun, akhirnya jeritan Lesika tadi, menghapus semua kesenewenan dan uring-uringan kami, karena kami akhirnya, Alhamdulillah, lulus test Bahasa Inggris juga. Hasil pengumuman itu kami lihat di web nya UI, tanggal 25 Mei 2007. Sebenarnya kami sudah deg-deg an dari pagi, menanti pengumuman lulus-lulusan test Bahasa Inggris tersebut, namun ternyata dari pagi pengumuman tersebut belum ada di web nya UI. Sampai waktu istirahat kantor pun pengumuman itu belum ada juga. Akhirnya, untuk melepas stres dan menyenangkan hati, waktu istirahat, saya dan Lesika jalan-jalan ke Tanah Abang deh. Idih..... ngilangin stres kok malah belanja ya? Yang ada sih bukannya hilang stres tapi hilang or buang-buang uang...he...he... tapi ngak papa deh, yang penting bisa menenangkan hati dan otak sesaat. Setelah sampai lagi di kantor sehabis dari Tanah Abang, kami akhirnya lihat internet lagi untuk mengetahui apakah pengumumannya sudah ada atau tidak dan ternyata.... sudah ada!! Saya dan Lesika pun akhirnya, dengan jantung yang berdebar keras, mencari nama kami plus nama Isnaldi dari sederetan nama yang dinyatakan lulus test ulang Bahasa Inggris... and finally... hoooreeeee.... nama kami ada. Mendadak saya bengong, rada ngak nyangka aja gitu, soalnya kan saingannya banyak juga. Sementara Lesika melonjak-lonjak gembira seperti anak kecil dan langsung memeluk badan saya kuat-kuat...huaaa... sampai saya sesak nafas nih.... tapi ngak papa deh... soalnya... wuuaahhh.... we were happy... horee.... yeess...yesss.... kita lulussss.......!! Sewaktu saya dan Lesika sedang bersorak kegirangan, Isnaldi pun masuk ke dalam ruangan dan mendapatkan kabar gembira tersebut. Of course dong dia juga happy.... senyumnya mekar banget tuhhh ... and then... yang dia lakukan adalah... hayooo... cepet-cepet print itu pengumuman .... yeeesss...... after that...hi...hi.... kasih pengumuman itu ke bu Dewi, yang ngurusin beasiswa, so... kami bisa segera mendapatkan uang reimburse an, ngegantiin biaya pendaftaran dan ujian yang sudah keluar dari kocek kami sendiri sebelumnya..... Hi..hi.... dasar otak bisnis!! Huaaa...... leganyaa..... akhirnya bisa sekolah juga deh!! Well, UI..... stay there (emangnya UI mau kemana ye?? %#%^&^&) and wait for us!!!! We will come!!
Ya deehh.... ngakuu... ngak hanya Lesika aja yang seneng kok, saya juga seneng... Isnaldi juga senengnya luuaaarrrr biazzzaaa .... ternyata and ternyata... kita bisa juga masuk UI (dduuhh... biasa aja deh!). Kita nih bukan ikut SPMB lagi loh... soalnya kan umur kita udah emak-emak and bapak-bapak...he..he.. tapi kita sedang ikutan beasiswa. Woooww... beasiswa? Gratis dong!! Ya iya laahh.... gratis nih, dibayarin sama kantor tercinta, Depkominfo, padahal status kita pada saat itu masih CPNS loh.... tapi udah dapat jatah beasiswa (hi.. hi... sambong.dikit.com). Ya itulah salah satu kebaikan or kelebihan hasil pimpinan mantan menteri Depkominfo, yaitu Bapak Sofyan Djalil, untuk melakukan kaderisasi besar-besaran di lingkungan Depkominfo, dengan membuat pegawainya menjadi doyan sekolah lagi and also bisa tambah pinter-pinter !! Sayang, Pak Sofyan Djalil tidak bisa melihat lagi kelanjutan gebrakan ide beasiswanya karena beliau harus mutasi menjadi menteri BUMN. Pak Sofyan digantikan oleh Pak M. Nuh, mantan rektor ITS, expert di bidang IT. Semoga Pak Nuh bisa melakukan tugasnya di Depkominfo sama baiknya atau bahkan jauh lebih baik lagi dari Pak Sofyan Djalil. Amin.
Oke, balik lagi ke laptop beasiswa!! Jadi beasiswa ini dimulai sekitar awal Maret 2007, di mana pegawai yang memenuhi syarat tertentu bisa memasukan aplikasi untuk ikut beasiswa, sekalian mencantumkan program beasiswa apa yang akan diikuti (S1, S2 atau S3) dan pilihan jurusannya. Setelah diseleksi oleh bagian yang menyelenggarakan beasiswa dan dinyatakan lulus seleksi, maka masing-masing pegawai bisa langsung mencari tahu mengenai universitas dan jurusan yang dipilihnya, seperti kapan pendaftaran, kapan ujian saringan, dan lain sebagainya. Jika memang harus melalui ujian saringan, maka ujian harus dilalui terlebih dahulu dan jika dinyatakan lulus oleh universitas yang bersangkutan, maka baru melapor ke bagian penyelenggara beasiswa untuk proses kelangsungan beasiswa selanjutnya (proses cair mencairkan dana gitu ganti).
Nah... berkaitan dengan beasiswa inilah, saya, Lesika dan Isnaldi seperti kembar siam tiga, aneh bin ajaib karena mengalami kejadian yang sama dalam menempuh beasiswa. Lho kok cuma bertiga sih, emangnya Ocha kemana? Kali ini Ocha tidak mengalami peristiwa yang sama dengan kita karena Ocha tidak mengambil program beasiswa disebabkan dia punya alasan dan pemikiran sendiri. Sayang memang, dan banyak yang menyayangkan, tapi keputusan ada di tangan Ocha sendiri dan Ocha pasti lebih tahu lah apa yang terbaik buat dirinya. Well, saya, Lesika dan Isnaldi, background nya sama, sama-sama lulusan dari jurusan kuliah S1 yang berbau-bau komputer. Saya dari Ilmu Komputer, Lesika dari Sistem Informasi dan Isnaldi dari Teknik Informatika, so kami pun mengambil jurusan S2 nya yang ngak akan melenceng dari basic jurusan S1 kami. Sebenarnya ada juga jurusan di luar IT yang menarik perhatian kami, namun demi masa depan.... ceillee... maksudnya berhubungan dengan angka kredit di PNS apabila kami mengambil jabatan fungsional suatu saat nanti, maka mau tidak mau jurusan S2 yang kami ambil basicnya harus sama dengan jurusan S1 kami, agar penilaian angka kredit lebih mudah dan lebih besar nilainya. Karenanya kami akhirnya memilih jurusan Teknologi Informasi UI. Kenapa UI semua? Because kami agak berat jika mengambil kuliah di luar Jakarta karena capekk..., also karena kami juga diharapkan oleh pejabat di unit kerja kami agar kami masih bisa lah mampir ke kantor, bahkan kalau ada waktu bisa juga kerja, walaupun kami kuliah nanti. Terus, kenapa jurusannya semuanya sama ya? Begini, di UI, di Fakultas Ilmu Komputernya, jurusan Pasca Sarjananya ada 2, yaitu Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi. Kami semua akhirnya memang memilih jurusan Teknologi Informasi, tentu dengan alasannya masing-masing. Untuk Isnaldi, alasan dia memilih Teknologi Informasi karena dia malas memilih Ilmu Komputer UI yang kelihatannya lebih banyak teori dan berhitungnya (dduuhh... Is, dimana-mana juga ada hitungan deh!) disamping itu karena dia lebih suka hal-hal yang lebih berbau-bau hardware. Kalau alasan saya apa ya? Hmm... sebenarnya saya lebih prefer ke Ilmu Komputer, seneng aja gitu sama pelajarannya yang kelihatannya menarik banget, cuma yaa... saya sadar dirilah! Saya sadar kapasitas memori otak saya yang sudah ngak gitu bagus seperti masa muda S1 dulu ... ceillee ... sehingga saya berpaling dari Ilmu Komputer yang memang pelajarannya kelihatan lebih berat dari Teknologi Informasi. Bukan pesimis sih, cuma nyari yang praktis dan bisa dikuasai aja (masalahnya ini beasiswa euuii... mesti wajib kudu selesai dalam 4 semester, titik! Kalo lebih dari 4 semester bayar sendiri.... waaahhh... ngak sanggup deh ah!) besides, Ilmu Komputer UI adanya di Depok, jauh dari rumah saya... he...he.. (cari yang nyamanan dikit dong!), sedangkan Teknologi Informasi kan di Salemba, deket banget sama rumah saya, tinggal naik bajaj bentar, nyampe deehh.... Dan yang utamanya, karena pelajaran-pelajaran di jurusan Teknologi Informasi sesuai atau sudah saya jalani dalam kehidupan kerja saya sehari-hari, dari mulai saya pertama kali kerja selepas lulus kuliah S1 dulu, sampai saya menjadi PNS sekarang, so Insya Allah mungkin ngak akan begitu sulit bagi saya untuk beradaptasi dengan pelajarannya sekaligus pelajarannya yang lebih banyak langsung pada terapan bisa lebih mempermudah, memperlancar bahkan memperkaya pekerjaan saya. Kalau Lesika alasannya apa ya?? Awalnya dia tidak ingin ikut beasiswa dengan pertimbangan karena anaknya masih kecil, tapi karena bujukan dan rayuan dari Kabag Mutasi, Pak Sofyan Tanjung, agar Lesika mau mengambil beasiswa, akhirnya Lesika luluh juga deeh... so dia mau juga deh ikutan beasiswa. Masalah alasan jurusan yang dia pilih kayaknya yaa... ikut aja deh sama jurusan yang saya pilih... he...he.... engga deng, mungkin alasannya ngak beda jauh lah dari alasan saya mengapa memilih Teknologi Informasi. So, akhirnya, kita bertigaan nih milih universitas dan jurusan yang sama deh.
Kami memilih pendaftaran di UI pada Gelombang I yang sudah dibuka pada pertengahan Maret 2007. Saya dan Lesika daftarnya barengan, so nomor ujian kami tetanggaan, sedangkan Isnaldi daftar sendiri, namun lucunya nomor ujiannya Isnaldi merupakan kombinasi dari nomor ujian saya dan Lesika. Waktu mengembalikan berkas pendaftaran, saya, Lesika dan Isnaldi barengan ke UI Salemba, karenanya kami dapat nomor bangku ujian berurutan. Ujian dilakukan dalam 2 hari. Hari pertama adalah ujian TPA dan Bahasa Inggris, sedangkan hari kedua adalah ujian dengan bahan ujian sesuai dengan pelajaran yang akan kami pelajari nanti, gunanya untuk mengetahui apakah kami akan mengikuti kelas persiapan (matrikulasi) atau tidak, sebelum kami mengikuti kuliah sebenarnya. Ujiannya sendiri dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu, 24-25 Maret 2007, bertempat di Balairung UI Depok. Lucunya nih, karena kami dapat nomor ujian yang berurutan, kami berada dalam blok ruangan ujian yang sama, dan bangku ujian kami berdampingan satu baris, dan berada pada baris paling akhir dari ruangan Balairung lantai bawah. Banyak suka duka bersama yang kami lalui dalam mengikuti ujian tersebut, termasuk sakit badan, terutama leher dan punggung, akibat selalu menunduk waktu mengikuti ujian (karena ngak ada meja jadinya cuma bangku doang) yang pada hari pertama berlangsung dari jam 9 pagi sampai jam 14.30 dan hari kedua dari jam 9 pagi sampai jam 12.30. Dan yang paling lucu and rada nyakitin also memalukan juga sih nih... jreng...jreng... waktu hasil pengumuman lulus atau tidaknya kami masuk UI pada tanggal 21 April 2007, kami ternyata sama-sama tidak lulus test Bahasa Inggris...ha..haa... Bahasa Inggrisnya pada jeblok-jeblok sih... (maluuuu.... eeuuuiii...) karenanya kami mesti ikutan ujian ulang Bahasa Inggris deh. Ujian ulangan itu dilakukan pada hari Sabtu, tanggal 12 Mei 2007. Kali ini bertempat di Fakultas Keperawatan UI Depok. Soal-soal ujiannya ternyata masih sama susahnya seperti soal-soal pada ujian sebelumnya, jadinya pada pasrah semua deh, pada senewen pisan... bisa lulus ngak ya??? duhhh... mau sekolah... udah gitu bayar and beasiswa pula.... kok... susah banget ya??? Hmmm... yaa... ambil hikmahnya aja deh, emang kayaknya mesti private and buka buku Bahasa Inggris lagi deehhh... gimana mau sekolah ke luar negeri ya kalau mau sekolah di dalam negeri aja, test Bahasa Inggrisnya, pada tewas dengan sukses semua...he...he...
Namun, akhirnya jeritan Lesika tadi, menghapus semua kesenewenan dan uring-uringan kami, karena kami akhirnya, Alhamdulillah, lulus test Bahasa Inggris juga. Hasil pengumuman itu kami lihat di web nya UI, tanggal 25 Mei 2007. Sebenarnya kami sudah deg-deg an dari pagi, menanti pengumuman lulus-lulusan test Bahasa Inggris tersebut, namun ternyata dari pagi pengumuman tersebut belum ada di web nya UI. Sampai waktu istirahat kantor pun pengumuman itu belum ada juga. Akhirnya, untuk melepas stres dan menyenangkan hati, waktu istirahat, saya dan Lesika jalan-jalan ke Tanah Abang deh. Idih..... ngilangin stres kok malah belanja ya? Yang ada sih bukannya hilang stres tapi hilang or buang-buang uang...he...he... tapi ngak papa deh, yang penting bisa menenangkan hati dan otak sesaat. Setelah sampai lagi di kantor sehabis dari Tanah Abang, kami akhirnya lihat internet lagi untuk mengetahui apakah pengumumannya sudah ada atau tidak dan ternyata.... sudah ada!! Saya dan Lesika pun akhirnya, dengan jantung yang berdebar keras, mencari nama kami plus nama Isnaldi dari sederetan nama yang dinyatakan lulus test ulang Bahasa Inggris... and finally... hoooreeeee.... nama kami ada. Mendadak saya bengong, rada ngak nyangka aja gitu, soalnya kan saingannya banyak juga. Sementara Lesika melonjak-lonjak gembira seperti anak kecil dan langsung memeluk badan saya kuat-kuat...huaaa... sampai saya sesak nafas nih.... tapi ngak papa deh... soalnya... wuuaahhh.... we were happy... horee.... yeess...yesss.... kita lulussss.......!! Sewaktu saya dan Lesika sedang bersorak kegirangan, Isnaldi pun masuk ke dalam ruangan dan mendapatkan kabar gembira tersebut. Of course dong dia juga happy.... senyumnya mekar banget tuhhh ... and then... yang dia lakukan adalah... hayooo... cepet-cepet print itu pengumuman .... yeeesss...... after that...hi...hi.... kasih pengumuman itu ke bu Dewi, yang ngurusin beasiswa, so... kami bisa segera mendapatkan uang reimburse an, ngegantiin biaya pendaftaran dan ujian yang sudah keluar dari kocek kami sendiri sebelumnya..... Hi..hi.... dasar otak bisnis!! Huaaa...... leganyaa..... akhirnya bisa sekolah juga deh!! Well, UI..... stay there (emangnya UI mau kemana ye?? %#%^&^&) and wait for us!!!! We will come!!
Subscribe to:
Posts (Atom)
