Thursday, July 31, 2008
Happy Birthday Isnaldi...
Selamat Ulang Tahun Isnaldi...
Semoga selalu sehat...
Sukses....
dan...
Selamat dunia akherat
Semoga jadi 'papa' yang baek and cepet naik jadi pejabat struktural...he..he... Amiiinn...!
Sunday, July 27, 2008
Presentasi? Siapa Takut!
Kami yang mendapat tanggung jawab mempresentasikan SIPPEG adalah saya, Isnaldi, Lesika dan Adi. Masing-masing punya tugas untuk bicara di depan forum. Khusus Adi, tidak dituntut untuk bicara di depan forum karena Adi masih baru. Adi dikhususkan untuk membantu Isnaldi dalam mendemokan SIPPEG itu sendiri. Oleh karena itu, maka peralatan SIPPEG kantor ikut diboyong ke Puncak, termasuk server dan kabel jaringan yang menyertainya. Kegunaan server itu bukan hanya untuk presentasi SIPPEG, tapi juga akan kami gunakan untuk memasukan data KGB seluruh pegawai Depkominfo yang harus segera dilaporkan kepada Dirjen Anggaran Depkeu. Jadinya antar kamar saya-Lesika dan Adi-Isnaldi yang berdampingan terjadi seliweran kabel jaringan yang dipasang mendadak untuk memiliki hubungan ke server yang ada di kamarnya Adi-Isnaldi.
Sepertinya tidak ada yang aneh dengan tugas yang harus kami emban, namun tugas ini ternyata sangat memberatkan, bukan karena kesulitan pekerjaannya, melainkan keharusan kami untuk bicara di depan forum yang berisi sekitar 100 an lebih pegawai Depkominfo dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Ada masalah apa sehingga bicara di depan forum begitu sulitnya? Entahlah… tapi itulah yang melanda hati saya, Isnaldi, dan Lesika… cemasss…. Takut gagap dan gugup bicara didepan banyak orang. Memang pernah beberapa kali kami presentasi di depan forum, yaitu di depan kelas saat kuliah, namun itu berbeda, karena kami presentasi di depan teman sendiri dan teman kami pun paling banyak satu kelas tuh sekitar 30 orang, jadi bisa santai. Tapi presentasi SIPPEG ini… halaaahh… beda! Lokasinya beda… cara presentasinya beda…! Suasananya bedaa…! Auranya bedaa… ! Semuanya seperti nya beda dan membuat kami cemas. Sampai-sampai, malam sebelum presentasi, kami harus briefing terlebih dahulu, ditemani dan dimentorin oleh Pak Hipnu, Pak Darmawan dan Pak Cecep yang berusaha menguatkan kami agar kami berani tampil di depan umum. Sedangkan teman-teman yang lain, seperti Dwi, Adith, Mamiek, Agung dan Maradonna bercanda-canda dan menggoda kami untuk meredakan ketegangan kami. Duillee… serasa mau tanding olah raga aja nih kami, mesti dapat dukungan dan restu dari banyak orang … he…he…
Mungkin benar apa yang dikatakan oleh Pak Darmawan pada saat Bimbingan Teknis Jabatan Fungsional Pranata Humas di Palembang beberapa minggu yang lalu bahwa ada perbedaan antara orang Pranata Humas dengan orang IT. Orang Pranata Humas dituntut untuk bisa komunikasi (bicara) dan menulis, sedangkan orang IT tidak bisa dituntut untuk banyak bicara. Pak Darmawan bilang, jika orang IT diberi pekerjaan maka mereka akan menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan sangat cepat dan akurat, namun karena orang IT seperti punya dunianya sendiri, dunia maya, mangkanya komunikasi dengan khalayak umum, termasuk dengan yang memberi pekerjaan, akan sangat minim, sehingga tidak banyak basa-basi pengantar pekerjaan, langsung to the point aja …. he..he.. Berkenaan dengan itu, ada hal yang lucu, yaitu pak Cecep kalau di kantor memberi julukan kepada kami sebagai anak-anak Autis… ha..ha.. habisnya karena kami saking punya dunianya sendiri… jadi mau siapa pun yang lewat di depan meja kerja kami, kaminya gak peduli… , tetap aja berkutat dengan komputer kami… siapa pun itu yang lewat… bahkan mungkin kalau presiden sekali pun yang lewat, katanya kami gak bakalan peduli… ha..ha… halaahh.. Bapak… gak segitunya juga! Lihat tuhh… kalau Bapak main ke ruangan kami kan Bapak kami sapa, bahkan kita suka guyon dan main ledek-ledekan, ya gak Pak? Lagipula kalau kami gak ada, Bapak juga kangen sama kami dan kelimpungan kan… he..he.. hayo ngaku!! Orang IT tuh ngangenin loh Pak… soalnya gak banyak gaya, gak suka gombal, dan gak gampang ditebak … ha..ha…!!
Nah, kembali ke masalah presentasi SIPPEG tadi, ternyata pada saat presentasi, kami dinyatakan cukup sukses. Presentasi dibuka oleh Pak Darmawan sebagai pengantar kemudian dilanjutkan oleh kami berturut-turut yaitu saya, Lesika dan Isnaldi, dan akhirnya presentasi ditutup dengan demo program yang dilakukan oleh Duo Boncel: Isnaldi dan Adi… ha..ha… Pak Darmawan dan Pak Hipnu sampai geleng-geleng kepala melihat hasil presentasi kami karena tidak disangka presentasi kami cukup bagus dan mulus, bahkan perpindahan estafet pembicaraan dari satu orang ke orang lain dinilai Pak Darmawan cukup bagus. Pak Darmawan dan Pak Hipnu mengucapkan selamat kepada kesuksesan kami. Pak Hipnu bahkan bilang kalau kami tidak dipaksa seperti ini, maka kemampuan kami sebenarnya untuk dapat pula bicara di depan forum tidak akan keluar dan tersalurkan. Melalui presentasi ini, kami mengasah kemampuan kami untuk mampu berkomunikasi sehingga nantinya, orang IT pun dapat berkomunikasi dan bicara dengan beraninya di depan forum.
Huaa… rasanya senang banget tugas sudah kami jalani dengan baik dan sukses, apalagi apresiasi dari peserta (forum) juga cukup bagus, sampai-sampai ketika acara sudah berakhir pun, masih banyak yang berdiskusi soal SIPPEG dengan kami. Ditambah lagi dengan ucapan selamat atas kesuksesan kami dari banyak orang Rowai lainnya yang melihat kami presentasi. Mereka tidak menyangka orang-orang seperti saya, Isnaldi dan Lesika bisa begitu lancarnya bicara di depan umum. Terima kasih Cinta… eehh… terima kasih buat semuanya… terima kasih buat pengalaman ini… Ini semua hasil kerjasama kita semua… Insya Allah, kelak di presentasi berikutnya di lain waktu, kami akan jauh lebih baik dan membanggakan lagi… ceillee… takabur gak ya? Ah… bukanlah…! Itu kan harapan… hidup harus selalu penuh harapan, ya ngak? Tomorrow must be much better than today… kan kata nabi juga begitu, biar kita engga jadi orang yang merugi, ya gak? Iya deeehh….!!
Monday, July 14, 2008
Visit Palembang
Akhirnya tibalah panggilan buat kami untuk masuk ke pesawat yang akan membawa kami ke Palembang. Kami yang berangkat sore itu adalah saya, Bu Mince, Bu Yuli, Bu Syamsinar, Pak Murti, Pak Rizky dan Pak Hipnu. Kami pergi ke Palembang dalam rangka mengadakan bimbingan teknis jabatan fungsional pranata humas yang berlangsung dari tanggal 9-11 Juli 2008. Sehari sebelum acara itulah, tepatnya 8 Juli 2008, kami berangkat. Sebenarnya pasukan yang akan memberikan bimtek bukan kami saja, masih ada beberapa panitia yang pergi ke Palembang setelah kami. Isnaldi dan ibu biro: ibu Sri Wuryatmi, akan berangkat besok harinya, tanggal 9 Juli, pagi hari, beserta Pak Amin Sar yang juga akan memberikan materi bimtek. Selain itu, Pak Darmawan dan Bu Dewi juga akan menyusul pada tanggal 9 Juli, namun sore hari. Total pasukan bimtek adalah 11 orang, namun yang akan menginap di Palembang berjumlah 9 orang, karena ibu biro dan pak Amin Sar segera kembali ke Jakarta tanggal 9 Juli sore hari selepas memberikan materi bimtek.
Kami tiba di Palembang sekitar jam 6 sore dan dijemput oleh rombongan dari Inforkom Palembang dan Balmon Palembang. Saya, Bu Mince, Bu Yuli dan Bu Syamsinar ikut mobil Inforkom Palembang, sedangkan yang bapak-bapaknya ikut mobil rombongan Balmon Palembang. Kami tiba di hotel tempat kami menginap, yaitu hotel Bumi Asih, mendekati jam 7 malam. Tiba di hotel langsung dilakukan pembagian kamar. Saya sekamar dengan Bu Mince, sedangkan Bu Yuli sekamar dengan Bu Syamsinar. Bapak-bapak sih terserah deh mau sekamar sama siapa, asal jangan ama yang cewek-cewek..he…he… Sampai di kamar hotel segera berbenah dan bebersih diri, setelah itu turun ke bawah ke ruangan yang akan
Bimtek pranata humas di Palembang ini pada dasarnya tidak banyak berbeda dengan bimtek pranata humas di daerah lainnya. Isinya adalah memberikan penjelasan mengenai berbagai macam materi
Nah, yang menarik dari bimtek di Palembang ini justru makanan sama sungai Musinya! Makanannya… gillaa…. Macem-macem dan wooww… delicious! Kerjaan kita tuh pasti nyobain makanan. Pernah sih bareng-bareng keluar makan malam, di lesehan gitu dekat hotel, tapi sayangnya tuh makanan gak beda jauh dari Jakarta, ya… nasi goreng… mie goreng…. sate… dan lainnya… Sempet kecewa karena engga bisa nyicipin yang aneh-aneh khasnya Palembang, namun kekecewaan kami akhirnya terbayarkan dengan adanya kesempatan kami untuk keliling malam kota Palembang, main ke sungai Musi dan of course… nyicipin makanan khasnya Palembang dong! Terima kasih buat Pak Thamrin, Bu Anna dan Bu Asma, dari Inforkom Palembang, yang ngajak kami jalan-jalan keliling kota Palembang pada malam hari, tanggal 10 Juli 2008.
Malam itu kami berangkat dari hotel dengan dua buah mobil dinas Inforkom Palembang… keliling kota Palembang… indah banget ... dan tentu saja sepi… tidak seriuweh dan seribet Jakarta! Pak Thamrin banyak menjelaskan berbagai hal yang berkenaan dengan kota Palembang, dari mulai tempat-tempat tertentu sampai sejarah kota Palembang atau sejarah tempat atau hal tertentu. Akhirnya tibalah kami di suatu tempat. Saya lupa namanya apa, tapi tempat itu ramai sekali, baik oleh pengunjung atau pun yang berjualan dan Subhanallah… indah banget karena sungai Musi terlihat jelas di sana, beserta jembatan Ampera nya yang berwarna-warni. Keren abis! Dan yang kita lakukan di sana adalah apalagi kalau tidak foto-foto ha..haa.... Pokoknya narsis abisnya keluar deh, terutama saya dan Isnaldi! Tapi sayangnya karena kamera yang dibawa Isnaldi kurang bagus, jadinya hasilnya pun kurang bagus karena agak gelap dan focus sasaran, kayak jembatan Ampera, tidak jelas. Kebetulan saat itu ada fotographer dari Inforkom Palembang, namanya mas Ryo, juga ikutan dalam acara itu, alhasil kita bajak dia deh untuk beberapa kali minta tolong motoin kita. Kasihan juga si mas itu, dah kayak apa aja kita suruh-suruh… hayyooo… Is, tanggung jawab loh! Tapi mas itu baik banget kok, bersedia motoin kita semua. Curiga nih… mas nih seneng moto atau cuma kewajiban doang untuk ngasih laporan ke bos ..??? He..he.. kidding ya mas! Tapi, makasih banyak loh mas! Ditunggu kiriman foto-fotonya ke Jakarta, sekalian ama empek-empeknya (* ngarep mode on *).
Oke lanjutt yaa…! Setelah beberapa saat main-main di tempat itu, akhirnya kami memutuskan... ceiiee... maksudnya yaa... acara selanjutnya makan m
"Naik perahu … mengarungi sungai Musi… dengan keindahan cahaya dari jembatan Ampera… Subhanallah... tidak ada duanya…! Duduk di warung Legenda, memandang riak cahaya air sungai, menikmati santapan makanan khas Palembang, melihat lalu-lalang kapal… emas… perak… warna-warni... pelangi... mewanai sekitar… mendengarkan sayupan musik…. menggetarkan hati… mengingatkan akan belahan jiwa… siapa pun itu…”
Cintaku ini akan bertahan
Tak akan habis menembus zaman
Kau buat mega menjadi warna
Satukan hati dan percaya
Cintaku ini akan bertahan
Semakin hari semakin dalam
Engkau dan aku bisa jadikan
Mimpi jadi kenyataan
(* Acha Septriasa: Cintakan Bertahan *)
Ya Allah... Subhanallah...
Juli yang indah … rembulan tampak malu-malu meluncurkan sinarnya… musim yang ceria… musim saatnya cinta mekar bagi yang membutuhkan cinta… ha..ha.… sok puitis ahh…! Tapi itulah yang saya rasakan di tengah sungai Musi… seneng… gembira… nyaman … dan menyenangkan… apalagi aura kegembiraan dan keakraban menyeruak di suasana malam itu. Orang-orang Rowai emang TOP BGT! Thanks Allah for that great moment!
Malam itu, di warung terapung, warung Legenda, kami makan-makan, menyicipi makanan khas Palembang, dilanjutkan dengan beberapa dari kami menyumbangkan suaranya di semacam organ tunggalnya nya warung. Bu Mince, Bu Yuli, Bu Dewi, dan Pak Dharmawan ikut menyumba
Nyampe di daratan, kita segera naik mobil untuk pulang, tapi sebelum itu Pak Thamrin ngajak jalan-jalan ke jembatan Amperanya… jadi kita turun di pinggiran jalan raya jembatan Ampera… ngelihat sungai Musi dari atas. And sekali lagi, Subhanallah… indah banget… emang cocok deh semboyan “Visit Sungai Musi 2008” nya… tapi ada yang saya engga suka sama jembatan Amperanya… bagi saya kok terlalu dipolitikin banget ya… banyak muncul wajah-wajah politikus yang menghiasi jembatan Ampera… apalagi Palembang tuh lagi mau ngadain pemilihan gubernur gitu… jadinya aura politiknya kental banget kerasa…! Saya, sebagai turis (ceiiee...), kan pingin menikmati indahnya kota Palembang yang murni tanpa bau-bau politik… eeeiiitt… tapi ini menurut saya loh! Lagi pula siapa sih saya berani-beraninya protes soal kota Palembang? Warga Palembang juga bukan… he..he..
Well, mungkin hanya pengalaman itu saja yang bisa saya ceritain soal bimtek di Palembang, soalnya yang lainnya hanya berupa rutinitas kerja biasa. Tapi sebenarnya ada juga sih pengalaman lainnya, tapi ini hanya pengalaman pribadi saya. Malam terakhir di Palembang, saya juga sempet keliling-keliling kota Palembang, tapi sama temen saya, namanya Harris. Harris ini teman kuliah saya di UI, asli Palembang, cuma emang kuliahnya di Jakarta. Nah, saat saya ke Palembang itu, kuliah di UI lagi liburan semesteran, jadinya Harris pulang kampung deh…. Pas malam terakhir itu, saya janjian ketemuan jalan-jalan sama Harris dan sepupunya, namanya Ryan. Awalnya saya mau ngajak Isnaldi juga, soalnya kan Isnaldi samaan kuliahnya sama saya dan Harris, walaupun beda kelas, tapi Isnaldi gak mau, soalnya dia besoknya mau pulang ke Jakarta shubuh-shubuh, jadinya malam itu dia khususin untuk beli mpek-mpek buat oleh-oleh ke Jakarta… Lucunya nihh… saya sama Harris malah ketemuan sama Isnaldi di mpek-mpek Pak Raden. Saya mau makan di sana, sedangkan Isnaldi lagi mesen mpek-mpek di sana juga. Alhasil yaa… kita jadinya ngobrol bareng deh!
Bareng Harris, selain makan mpek-mpek, saya juga diajak ngider-ngider kota Palembang untuk hunting makanan lainnya. Ada mie celor yang berhasil masuk ke perut dengan penuh perjuangan … hi..hi.. (abisnya perut dah penuh sama mpek-mpek sih!). Ada makanan model krupuk-krupukan yang turut menemani mie celor. Tadinya juga mau makan Martabak Har, tapi ternyata tukang jualannya dah tutup. Emang gila si Harris nih! Bikin perut saya mau meledak saking kepenuhan… he..he.. Kata Harris sih yang penting nyicipin, masalah habis or engga itu makanan sih urusan belakangan… halllaahhh… Harrriiss... kalo gitu sih namanya mubazir atuh! But, tengkyu banget ya Ris, bisa makan kenyang di Palembang! Sampai ketemu lagi ya di kampus next September!
Ya.... itulah sekelumit cerita saya dari Palembang... banyak banget senangnya dan hampir engga ada ”nyebelin” nya walau kerjaan banyak banget. Mudah-mudahan di lain waktu, kami bisa ke Palembang lagi. Selain ke Palembang, next keinginan kami adalah pergi ke.... Medan...!! ha..ha... tapi ntar dulu ya... EO nya mesti mikir-mikir dulu kalo mau ke Medan, soalnya ada cewek cantik di sana, namanya Ocha... halaahh... ngak nyambung deh ah! See you, Palembang!
Wednesday, May 7, 2008
Anak Baru !!
Lucu banget ngedengar Adith belajar bahasa Jawa sama Adi. Tapi, bukannya Adith tuh setengah Jawa ya? Kok ndak iso Jawa gitu loh?? Tahu deh… yang pasti sih Adi tuh faseh banget ngomong Jawa nya (walaupun Adi lahir dan besar di Jakarta) jadinya Adith berguru sama Adi. Denger-denger sih karena Adith mau pedekate sama cewek yang njawaa… abiisss… jadinya Adith kudu mesti harus bisa bahasa Jawa walaupun sikit-sikit gitu… he..he.. Saya sih udah punya prasangka… ceillee… prasangka… maksudnya dah punya dugaan cewek mana yang mau ditembak… tapi we will see dehh… Adith masih baru disini, masih terlalu dini untuk dinilai dan dicurigai.. he..he..
Well, Adi dan Adith adalah 2 dari 4 CPNS baru di Rowai ini. Yaa… sejak pertengahan April kemarin, Rowai kedatangan 4 muka baru penghuninya yang masih dalam status calon pegawai. Selain Adi dan Adith yang sudah diceritain di atas, juga ada Dwi dan Mamiek. Jadi fifty-fifty lahh… dua cewek… dua cowok… entahlah apakah diantara cewek-cowok di atas akan ada yang benar-benar jadi pasangan… hmm… kayaknya mungkin ada deehh… tapi seperti biasa… kita liat nanti… karena ya itu… mereka masih baru… masih bunglon untuk ditebak… he...he...
Ocre… tak kenal maka tak sayang, mangkanya yuk… kita intip siapa dan gimana anak-anak baru Rowai tersebut! CPNS baru yang pertama namanya Adi Novian Prihantoro, sarjana, majoring di Teknik Komputer. Meja kerjanya di depan meja kerja saya, menempati bekas meja kerjanya Ocha. Badannya Adi… wuiihhh… besar banget… mukanya juga jutek habis… suaranya berat dan terkesan galak… tapi subhanallah… hatinya Rinto Harahap sekali… baikk… banget! Tukang ngeguyon… cs-an nya Isnaldi… dan rajin nguprekin data pegawai. Apa karena masih baru ya, Di … jadinya masih rajin? He..he… kayaknya engga deh… mang dasar anaknya aja yang gerah banget kalau gak ada kerjaan. Adi ini dapat julukan dari pak Cecep sebagai Boncel-2 (boncel pertamanya Isnaldi… wakakak…), tapi gak tahu deh boncelnya di mana, yang pasti sih dia lebih tinggi dan lebih besar dari sayaa…. Jadinya saya gak ngerasa dia boncel (Di, makasih sama saya ya udah dibelain he..he..). Adi tuh temen saya berbagi susah soal data pegawai… berbagi kerjaan ngehandle collect dan manage data… dan temen diskusi hangat soal coding program komputer… tapi Adi neh malas programming … dia lebih seneng ngurusin server dan narik kabel… hayyaa… Adi… bantuin saya doonngg… yang udah kena jatah narik kabel kan Isnaldi.... biarin aja Isnaldi yang narikin kabel dan berperang sama tikus-tikus si perusak kabel dan pengotor ruangan ittuu…
CPNS yang kedua tuh Adith! Nama lengkapnya Adityawarman, sarjana Ekonomi. Adith di Rowai masih di bagian Mutasi juga, tetapi dia lebih diarahin untuk ngurusin masalah rencana kerja dan anggaran. Adith anaknya lucu, tinggi, kurus... dan menurut saya dia tidak ganteng, tapi cantik...ha..ha... Kalau bicara polos tapi kalau ketawa ngakak nya terbahak-bahak habis... Wajah Adith selalu sumringah... friendly habis... dan yang pasti dia baik banget! Kalau sore Adith pasti main ke ruangan saya, nginet bareng dan YM-an entah sama siapa... Kalau saya gak ada di ruangan dan kemudian saya datang dan ternyata dia lagi ngerokok, pasti dia terbirit-birit pergi matiin rokoknya karena engga tegaan sama saya yang gak bisa kena asap rokok karena bengek..he..he.. Oohh.. Adith you are co cweeettt... Nah.. di ruangan saya ini lah Adith belajar bahasa Jawa sama Adi sambil nyinggung-nyinggung dikit soal masalah asmara... Rasanya saya bisa nebak deh siapa yang ditaksirnya.... mudah-mudahan sih bener soalnya...ehmmm... kayaknya mang cocok ssiiihhh ..... (* amin *)
Nah, dua cewek CPNS sisanya adalah Dwi dan Mamiek, mereka sama-sama ditempatkan di bagian ortala. Dwi itu nama lengkapnya Dwi Elfrida Martina Simanungkalit, sarjana komunikasi. Ini anak seperti kloningannya Ocha deh. Sama-sama batak, sama-sama keras dan sama-sama ceria. Mulai dari cara berpakaian... mirip... rapih dan bergaya... dari dandanannya juga... dandan dan cantik abiss... dan yang lucu ”kespesialan” mereka juga sama. Dwi mirip banget sama Ocha kalau berjalan memakai sepatu hak tinggi... dari jauh bunyi klutuk-klutuk sepatu hak tingginya udah kedengeran... kalau bunyi itu kedengaran itu pasti Dwi! Cara ngomong dan ngebantah ama bos juga sama abiss... bener-bener mirip... Ngomongnya keras... orangnya dimana... jauh nun sana... tapi suaranya kedengeran sampai sini...he..he... Ngelihat Dwi saya merasa sepertinya Ocha is back...! Tapi yang membedakannya adalah Dwi ini lebih tinggi dan lebih besar dari Ocha... maskulin banget. Dia sering merasa gerah diperlakukan seperti laki-laki, baik oleh keluarganya maupun orang lain, padahal dia tahu bahwa dirinya memiliki banyak sisi kelemahan sebagai wanita dan dia pingin diperlakukan sebagai wanita. Tapi mau apa di kata, Wi! Disini sepertinya engga ada yang mau tahu tuh ... pokoknya Dwi tuh perkasa..haa...haa... Saking perkasanya makanya Dwi jadi andalan dan anak kesayangannya Pak Cecep. Mangkanya Wi, mulai besok belajar jadi cewek tulen ya... lemah lembut... nah... bisa belajar tuh sama Adi... weeelleehhh... Adi dah kayak guru aja, ngajar jawa and ngajar kepribadian!
CPNS yang terakhir namanya Mamik Setiyorini. Biasa dipanggil Rini... wadduhh... samaan dong namanya sama saya... iya nih... harusnya dipanggilnya Mamiek aja! So, biar engga saru, khusus di blog ini saya manggil dia Mamiek. Mamiek nih kebalikannya Dwi. Anaknya kecil, mungil, kurus, manis dan wanitaa... banget... ! Lembutnya engga ketulungan, jawa banget. Kalau ketemu Adi pasti ngomong Jawa, apalagi kalau lagi nginet di sini dan ngomong Jawa sama Adi, berasa kayak di Yogyakarta aja. Mamiek ini sering digodain sama bapak-bapak di sini, saking polosnya. Kalau jalan sama ibu Biro pasti digandeng sama ibu, udah kayak ibu dan anak aja!! Mamiek tuh mukanya imut, lucu dan manis... mangkanya... dari 2 cowok CPNS baru disini sepertinya ada yang menaruh hati sama dia... nah... lhoo... udah ketahuan dan kebuka kan teka-tekinya Adith...he..he... tapi itu mesti dipastiin dulu loohh...
Well, itulah anak-anak baru di Rowai sini... pinter-pinter, lucu dan baik-baik. Hari-hari di Rowai jadi makin berwarna aja dengan kehadiran mereka... menyenangkan banget! So, selamat datang di Rowai yaaa... my friends... tersayang.... semoga kita bisa menjadi rekan kerja yang baik dan membuat Rowai tercinta ini makin baik kinerjanya dan makin sukses di dalam rimba kehidupan dan pekerjaan di Depkominfo serta makin penuh warna-warni. Jangan lupa, kita sebagai yang paling muda di Rowai ini juga mesti kompak dan teuteup mempertahankan kebandelan-kebandelan kita ya...he...he... Pokoknya all for one, one for all deh!
Sunday, February 17, 2008
Tutup Gudang
Waduuhh... ampun-ampunan kuliah Semester II ini... sibuknya gila-gilaan... tugasnya... Masya Allah... banyak banget dan memaksa mahasiswa untuk banyak-banyak begadang! Karenanya, saya mau puasa nulis diary dulu ah di semester II ini, lebih fokus nulis dan mengarang indah tugas kuliah aja... so... ya mau gak mau... blog ini tutup gudang dulu kali yeee.....
Tuesday, November 27, 2007
Demi Matahari
By: Snada
Read: QS. Asy-Syam
Demi matahari dan sinarnya di pagi hari
Demi bulan apabila ia mengiringi
Demi siang hari bila menampakan dirinya
Demi malam apabila ia menutupi
Demi langit beserta seluruh binaannya
Demi bumi serta yang ada dihamparannya
Demi jiwa dan seluruh penyempurnaannya
Allah… Subhanallah…
Allah… Subhanallah…
Allah… Subhanallah…
Allah… Subhanallah…
Allah mengilhamkan
Sukma kefasikan dan ketakwaan
Beruntung bagi yang mensucikannya
Merugi bagi yang mengotorinya
Subhanallah….
=============================
Kenang-kenangan mendalam dari:
The ESQ Way 165
By Ari Ginanjar Agustian
23-25 November 2007
"Al-Qur'an begitu indahnya ..."
"Kedua mata hanya boleh menitikan air mata hanya karena Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW"
Tuesday, November 20, 2007
Kangen...!
Sedih menggigit hati saya dan kangen membuncah menyeruak di hati saya. Ya… saya kangen sama si pemilik meja itu, Ocha. Sejak bulan Oktober kemarin, Ocha pindah ke unit kerja BPPI Medan. Ocha bukan lagi penghuni Rowai. Kenapa Ocha pingin pindah ke Medan? Entahlah…. Yang saya tahu pasti memang karena dia berasal dari Medan, ujian PNS di Medan, lulus di Medan, namun kemudian ditempatkan di Jakarta, jauh dari kampung halamannya, jauh dari belahan hatinya, sehingga mungkin dia belum merasa ikhlas untuk menerima kenyataan bahwa Medan sudah dia tinggalkan. Hari-hari dia selama di Jakarta dilalui dengan segala suka cita dan kebersamaan di Rowai, namun di lubuk hatinya yang paling dalam dia merasa bahwa Jakarta bukanlah hidupnya… hatinya sudah tertanam kuat di Medan, tidak bisa digantikan, Medan adalah segala-galanya… terutama Medan adalah tempat dia merasa harus berbakti kepada bundanya. Melalui segala cara, menghadapi segala halangan, Ocha berusaha untuk kembali ke Medan, dan akhirnya ketika pergantian pimpinan Rowai terjadi, Ocha bisa merealisasikan keinginannya itu. Hatinya berbunga. Medan akan diraihnya kembali.
Sayangnya, saya jarang menghabiskan waktu di hari-hari terakhir menjelang Ocha kembali ke Medan karena ritme hidup saya yang berubah drastis yang membuat pertemuan saya dengan Ocha semakin sempit. Saya sudah mulai kuliah sambil kerja, pagi kerja, siang berangkat kuliah, berat! Apalagi ditambah dengan segudang kuis, paper dan tugas kelompok kuliah yang tebal laporannya bisa menjadi bantal, membuat saya sibuk dan semakin jarang kontak dengan Ocha. Selain itu, Ocha dipekerjakan untuk membantu kerjaan seorang staf ahli, sehingga Ocha tidak banyak menghabiskan waktu di Rowai karena dia memiliki ruangan kerja baru di gedung depan, hanya sekali-kali saja Ocha datang ke Rowai kalau dia memang kangen dengan kami disini dan merasa sepi di sana, atau jika ada panggilan dari kami di sini yang mengajaknya makan bareng untuk merayakan peristiwa tertentu.
Ketika Ocha pamitan sama saya karena besok dia akan pindah ke Medan dan tidak di Rowai lagi, saya pun tidak bisa menghabiskan waktu lebih lama bersama dia karena saya harus pergi kuliah. Namun, saat itu, saya masih gak yakin kalau mulai besok Ocha tidak ada lagi di Rowai. Saya harus berkali-kali menegaskan Ocha apakah benar dia akan pergi besok dan Ocha dengan senyum sumringahnya yakin seyakin-yakinnya kalau dia akan kembali ke tempat dimana hatinya tertinggal. Saya cuma bisa menitikan air mata kala itu. Memang benar, saya akan kehilangan Ocha. Walaupun zaman sudah maju, komunikasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk melalui dunia maya, namun itu tidak akan sama, karena saya tidak bisa menghabiskan waktu bersama-sama lagi dengan Ocha secara real.
Cha, langit tidak begitu garang hari ini, bahkan udara di luar begitu sejuknya. Biasanya kita akan keluar kantor di waktu istirahat, menyeberang jalan, masuk ke gedung depan seakan-akan kita karyawan di sana dan menemui ibu tua pemilik toko nasi dan mencicipi tempe bacemnya. Tapi, tidak akan ada lagi hal itu. Ibu itu pun pasti sangat merindukan dirimu, sama seperti saya yang kangen sama kamu. Kangen becanda dengan dirimu, kangen nyanyi bareng, kangen ngerjain Pak Cecep, kangen ngeledekin Pak
Subscribe to:
Posts (Atom)
